Ragnarok The New World
Ragnarok The New World

Karena di sini gua akan bahas game Ragnarok terbaru, yaitu Ragnarok The New World yang katanya game ini tuh nge-rebuild game Ragnarok dari nol. Yang tadinya Ragnarok klasik menjadi Ragnarok yang versi lebih modern lagi.

Agak berbeda dari game Ragnarok MMO sebelumnya, developer mencoba menghadirkan feel klasik dengan fitur modern. Berikut gua kasih konteks lengkapnya agar kamu paham apa yang spesial dari game ini.

Kenapa Ragnarok The New World Rilis di Tahun 2026?

Developer dari Ragnarok The New World membuat video dokumenter yang cukup panjang dan dibagi menjadi tiga part. Mereka benar-benar bahas game ini secara mendalam.

Ragnarok The New World
Ragnarok The New World

Developer melihat bahwa game Ragnarok sebelumnya masih ada beberapa fitur yang belum terwujud secara teknis. Jadi mereka berniat membuat game Ragnarok yang feel-nya benar-benar klasik tapi dari segi fitur lebih modern.

Game ini rilis di Asia Tenggara terlebih dahulu termasuk Indonesia dan ada bahasa Indonesianya. Jawabannya karena emang Indonesia salah satu fan base terbesar untuk player Ragnarok. Sampai sekarang masih banyak player yang nunggu game Ragnarok yang benar-benar cocok dan relate sama versi klasik. Walaupun ada yang bilang “Ah, Ragnarok lagi,” faktanya masih banyak yang mainin game Ragnarok di zaman sekarang.

Visual dan Dunia Baru yang Seamless Open World

Sekarang kita langsung ke pembahasan yang berikutnya, yaitu visual dan juga dunia yang baru. Karena untuk Ragnarok ini seperti yang gua bilang sebelumnya, ini tuh jadi Ragnarok yang open world seamless, enggak ada loading screen-nya. Jadi semua map-nya itu nyambung.

Kita mau keluar dari kota Prontera itu enggak harus ngelewatin portal dulu. Misalnya keluar ya keluar ke Prontera bagian bawah terus sebelah kanannya. Jadi emang benar-benar gak ada loading screennya. Walaupun bentukan kotanya seperti Prontera, Payon, Morocc masih sama, tapi dalam perspektif game open world yang kameranya dilihat dari belakang dan bisa diputar-putar secara bebas.

Game ini tuh dibuat lebih hidup lagi. Ada siklus siang malamnya, ada cuaca yang dinamis, terus juga ada pencahayaan yang realistis. Jadi kita bisa ngerasain vibe-nya Ragnarok klasik tapi dengan tampilan yang jauh lebih modern. Developer mengaku ini sebagai tantangan yang cukup sulit tapi mereka berhasil mengimplementasikannya di Ragnarok The New World ini.

Gameplay Combat yang Satisfying dengan ASPD Maksimal 193

Lalu sekarang kita ke pembahasan gameplay-nya. Entah itu dari combatnya, entah itu dari fitur-fitur yang berhubungan dengan battle-nya.

Untuk Ragnarok ini tuh maksimal ASPD-nya 193. Yes, itu adalah kecepatan maksimum di Ragnarok klasik yang emang gak selalu ada di game Ragnarok mobile sebelumnya. Gua contohin pakai build critical menggunakan Katar. Walaupun belum nyampe ke 193, kalian bisa dengar dan lihat kalau kritikalnya dari sound effect-nya dan kecepatan mukulnya ini benar-benar satisfying parah.

Menurut gua untuk battle-nya yes walaupun dijadiin game open world tapi untuk vibe klasiknya masih tetap ada, malah makin kental di game ini.

Fitur Trade dan Economy yang Player-Driven

Lalu selanjutnya untuk fitur trade-nya. Yes, untuk game Ragnarok tuh ekonominya harusnya digerakkan sama player seperti RO Classic. Kita bisa jualan di kota terus juga langsung berinteraksi antar player.

Jadi intinya kalian bakal ngerasain vibe jual beli atau trade item Ragnarok klasik di Ragnarok The New World ini.

Fitur QoL yang Bikin Nyaman: No Item Destroy dan Offline Auto Hunting

Satu lagi ini yang bikin excited sih kalau untuk gua pribadi. Equipment hancur pas ngeplus-plusin dulu bikin trauma. Tapi untuk Ragnarok The New World ini enggak ada hancurnya. Kita nge-refine equipment sampai plus 15 itu gak akan hancur. Gagal mah ada, tapi minimal gak hancur. Jadi emang di sini tuh dipermudah.

Developer juga nambahin fitur offline auto hunting. Jadi kita bisa nge-hunt karakternya tapi secara offline. Pas kita bangun tidur tinggal ambil aja loot-nya. Karakter tetap dapat item dan naik level pas offline.

Sosial dan Komunitas yang Lebih Natural

Untuk Ragnarok ini enggak jauh-jauh dengan fitur-fitur sosial yang ada. Social experience-nya itu wajib bagus karena ini game MMO RPG. Kita harus bertemu orang lain, berkomunikasi, ngebikin guild, duduk-duduk di kota secara santai, ngobrol bareng orang enggak dikenal.

Developer merancang social interaction-nya lebih natural lagi dan lebih hidup lagi. Ada sistem home building alias rumah kita sendiri. Kita bisa punya rumah, bisa ngedekorasi sendiri, bisa nge-invite teman. Mereka nyembunyiin banyak Easter egg buat pemain lama. Detail-detail kecil yang hanya bisa dinotice sama player veteran. Ini kayak surat cinta dari developer ke player veteran.

Tier List Fitur Ragnarok The New World Menurut Gua

Setelah gua lihat dokumenter dan nyoba langsung, gua buat tier list lima hal yang worth it:

  • S Tier – Seamless Open World: Open world-nya beda. Grafis saat eksplorasi dari angle kamera kerasa banget dan seamless. Enggak ada loading sama sekali.
  • S Tier – ASPD 193: Pas lihat maksimal speed, ini seriusan satisfying parah.
  • A Tier – Combat: Lebih condong ke action dengan skill boss yang eye catching dan banyak warning.
  • A Tier – Job/Class: Sama persis klasik dari nama dan skill, tapi feel berbeda karena open world dan kamera belakang.
  • A Tier – Nostalgia: Mengarah ke Ragnarok Classic tapi banyak hal baru di Ragnarok The New World.

Kesimpulan: Ekspektasi Positif untuk Ragnarok The New World

Jadi setelah gua lihat dari dokumenternya, gameplay footage-nya, dan nyoba langsung, game ini lebih beda ke pendekatannya. Developer ngasih alasan teknis, ngakuin tantangannya sulit, lalu ngebuktiin dengan ASPD 193, free trade, dan open world seamless.

Kalau pertanyaannya apakah game ini akan sempurna pas rilis nanti? Gua enggak tahu. Tapi untuk gua pribadi ekspektasinya positif untuk game ini. Tahap CBTnya di hari ini di tgl 28 MEI setelah rilisnya Lineage W.

By adminx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *