Pernah nggak sih, duduk di depan layar, buka game, lalu lima menit kemudian… meh?
Pertanyaan besarnya adalah: gimana caranya menghidupkan kembali gairah bermain game, ketika keajaiban masa kecil itu rasanya sudah lewat.
Kenapa Main Game Sekarang Rasanya Beda?
Adakalanya kita berharap bisa merasakan lagi sensasi pertama kali main game seperti waktu kecil. Masalahnya, harapan itu agak berat. Kita sudah berubah.
Manusia itu super rumit, tapi juga sederhana. Kita suka hal-hal baru. Dulu, semua game terasa baru. Sekarang? Kita sudah terlalu banyak “pernah”.
Kalau yang kamu kejar dari game adalah kebaruan murni, jujur saja: itu akan makin sulit diciptakan ulang. Tapi kabar baiknya, masih ada tuas lain yang bisa ditarik.
Nostalgia: Jalan Pintas ke Rasa “Magis” yang Hilang
Berikut salah satu cara paling ampuh: nostalgia.
Bukan berarti hidup di masa lalu, tapi menemukan pengalaman baru yang berasa familiar. Contohnya?
🎮 Tape to Tape
Game hoki roguelite yang sukses bikin saya lupa waktu. Game ini ngingetin saya ke NHLPA 93, tapi dengan sentuhan modern. Developernya orang Kanada, super passionate, dan ini game pertama mereka. Energinya kerasa banget.
🎮 Game Pixel Art 16-bit
Banyak game sekarang yang dengan bangga meniru era Final Fantasy 6 dan Chrono Trigger.
Beberapa yang menonjol:
- Sea of Stars
Visualnya indah, musiknya luar biasa. Gameplay-nya agak dangkal sih, dan ceritanya… ya terserah kamu. Tapi tetap layak dimainkan kalau kamu cinta era itu. - CrossCode
Ini serius, wajib coba. Game ini indah, ditulis dengan sangat baik, dan benar-benar niat. Radical Fish (developernya) kabarnya bakal rilis game baru juga.
Oh, dan satu lagi…
🎮 Chained Echoes
Ini dia yang sempat lupa namanya.
Combat turn-based, eksplorasi dunia, gaya 16-bit, dan combat-nya jauh lebih mantap dibanding Sea of Stars (menurut saya).
Harga?
160.000 rupiah.
Diskon musim dingin.
Steam emang jahat sama dompet kita semua.
Gaming Itu Soal Orang, Bukan Cuma Game
Seperti banyak hal lain dalam hidup, semuanya tentang orang-orang. Hubungan. Interaksi. Cerita bareng.
Bagian besar kenapa saya menikmati Tape to Tape adalah karena sosialisasi. Main bareng, ngobrol, ketawa, kesel bareng.
Agar gairah main game balik, coba:
- Main dengan teman lama
- Main dengan orang yang sekarang ada di hidupmu
- Atau reconnect lewat game
Main Game Bareng Keluarga? Kenapa Nggak
Main game sama anak-anak itu seru banget, walaupun:
- Anak laki-laki sekarang jauh lebih jago dari saya
- Anak perempuan belum cukup jago buat kompetitif
- Saya sering jadi NPC yang kalah duluan
Tapi nikmati saja ceritanya. Nikmati momennya.
Dengan pasangan juga bisa:
- Unravel 2
- It Takes Two
Game-game ini bukan soal menang, tapi soal bareng-bareng.
Jadi, Gimana Cara Mengatasi Kebosanan Main Game?
Ringkasnya:
- Jangan kejar rasa “pertama kali”
- Gunakan nostalgia sebagai jembatan
- Pilih game yang dibuat dengan passion
- Libatkan orang lain
- Fokus ke pengalaman, bukan hype
Adakalanya gairah itu nggak mati—cuma ketutupan rutinitas.
Penutup: Main Game Itu Bukan Soal Umur
Kita mungkin nggak bisa jadi anak kecil lagi. Tapi kita masih bisa:
- Takjub sama musik
- Senyum karena pixel art
- Ketawa bareng orang lain
- Dan bilang, “Wah, ini game keren juga ya”
Dan itu, jujur saja, sudah lebih dari cukup.
