Kalau kamu lagi kepikiran buat pindah ke Linux, besar kemungkinan dua nama ini sudah sering lewat di kepala kamu: Ubuntu dan Linux Mint. Keduanya sama-sama populer, sama-sama gratis, dan sama-sama ramah pemula… tapi mana yang paling cocok buat kamu?
Nah, di artikel ini admin bakal bahas lima perbedaan paling penting antara Ubuntu dan Linux Mint, khususnya dari sudut pandang pemula. Jadi, pengganti windows pilihan yang kelihatannya sepele justru bikin pengalaman kamu jauh lebih nyaman (atau malah bikin garuk-garuk kepala 😅).
Di akhir artikel ini, kamu bakal tahu mana distro Linux yang paling masuk akal buat kamu install pertama kali. Yuk, langsung gas!
1. User Experience: Rasa Pakai Sehari-hari Itu Penting
Kita mulai dari hal paling krusial: rasanya waktu dipakai.
Ubuntu hadir dengan desktop GNOME yang tampilannya modern dan minimalis. Jujur saja, kelihatannya keren. Tapi… agak membingungkan kalau kamu sebelumnya terbiasa pakai Windows. Menu beda, alur beda, dan kadang bikin mikir, “Ini tombolnya ke mana ya?”
Sementara itu, Linux Mint datang dengan desktop Cinnamon yang rasanya langsung familiar. Ada Menu Start, taskbar di bawah, klik kanan yang masuk akal—pokoknya kayak Windows, tapi versi lebih kalem dan nggak ribet.
Buat pemula yang pengen langsung nyaman tanpa adaptasi berlebihan, poin pertama ini jelas jatuh ke Linux Mint.
2. Performa: Ringan atau Bikin Laptop Ngeluh?
Selanjutnya, kita bahas performa. Ini penting, apalagi kalau laptop kamu bukan keluaran kemarin sore.
GNOME di Ubuntu memang cakep, tapi jujur saja cukup berat. Dia makan RAM dan CPU lebih banyak, sehingga di laptop lama atau spek pas-pasan, sistem bisa terasa lambat. Kadang buka aplikasi rasanya kayak nunggu mie instan 5 menit… tapi lupa dituang air panas.
Linux Mint lebih ringan, terutama dengan Cinnamon atau edisi Xfce. Sistem terasa lebih responsif dan adem, bahkan di perangkat keras sederhana.
Jadi, kalau kamu pengen Linux yang ngebut tanpa harus beli laptop baru, Linux Mint lagi-lagi unggul di sini.
3. Instal Aplikasi: Snap vs Kebebasan Pengguna
Sekarang masuk ke urusan instal aplikasi—hal yang bakal sering kamu lakukan.
Ubuntu sekarang cukup agresif mempromosikan Snap, paket aplikasi universal buatan Canonical. Snap memang praktis, tapi sering terasa lebih lambat saat dibuka dan memakan ruang penyimpanan lebih besar. Kadang, rasanya kayak aplikasi bawa koper ekstra ke mana-mana.
Linux Mint memilih jalur yang lebih santai. Mint menghindari Snap dan tetap fokus ke paket deb tradisional serta Flatpak. Hasilnya? Aplikasi terasa lebih cepat, sistem lebih bersih, dan kamu punya kontrol lebih besar.
Secara sederhana, Mint nggak maksa kamu pakai sesuatu yang nggak kamu minta. Dan ya, ini kemenangan lagi buat Linux Mint.
4. Dukungan & Komunitas: Kalau Error, Nanya ke Siapa?
Namanya juga belajar Linux, adakalanya kamu bakal ketemu error. Wajar. Semua orang pernah.
Ubuntu didukung oleh Canonical, perusahaan besar di balik Ubuntu. Komunitasnya masif banget. Tutorial, forum, dokumentasi—semuanya melimpah. Mau error aneh jam 2 pagi? Kemungkinan besar sudah ada yang pernah ngalamin.
Linux Mint komunitasnya memang lebih kecil, tapi tetap aktif dan ramah. Kabar baiknya, karena Mint berbasis Ubuntu, hampir semua panduan Ubuntu tetap relevan.
Jadi di kategori ini, Ubuntu sedikit unggul. Tapi tenang, pengguna Mint nggak benar-benar ditinggal sendirian.
5. Stabilitas: Dipakai Harian atau Sering Drama?
Terakhir, kita bahas stabilitas—hal yang sering diremehkan, tapi krusial.
Ubuntu cenderung lebih cepat mendorong pembaruan, termasuk update Snap. Kadang ini bagus, tapi kadang juga… ada aja yang rusak. Surprise kecil yang nggak selalu menyenangkan.
Linux Mint mengambil pendekatan lebih hati-hati. Update diuji lebih lama dan dirilis secara konservatif. Hasilnya, sistem terasa lebih stabil dan minim drama.
Kalau kamu pengen Linux yang bisa dipakai kerja, belajar, atau ngoding tanpa rasa was-was, Mint jadi pilihan yang lebih aman.
Kesimpulan: Jadi, Pilih yang Mana?
Kalau kamu baru mulai dengan Linux, Linux Mint jelas menawarkan perjalanan yang lebih mulus. Tampilan familiar, performa ringan, kontrol lebih besar, dan stabil buat dipakai harian.
