Steam Pecahkan Rekor, baru aja ngelakuin hal yang kebanyakan orang pikir mustahil banget. Di saat dunia tech lain sibuk ngomongin penurunan pengeluaran konsumen, Valve malah lapor bulan paling sukses sepanjang sejarah platformnya.

Di Desember 2025 doang, Steam ngehasilin gross revenue $1.6 miliar — atau sekitar Rp25,1 triliun. Buat bayangin seberapa gilanya angka ini, itu naik 22,7% dibanding Desember 2024. Agak gila, kan?

Tapi agar lu paham kenapa ini bukan sekadar angka, kita harus lihat perjuangan Valve sampai ke titik ini.


Dari Puncak Pandemi ke Dominasi Baru

Balik ke 2020, pas puncak lockdown global, Steam nyentuh angka yang semua orang kira batas permanen: $1.4 miliarRp22 triliun). Banyak analis bilang, angka segede itu gak bakal kejadian lagi dalam waktu lebih dari satu dekade.

Dan untuk sementara, mereka kelihatan benar.

Namun kemudian, momentum berubah.

  • Desember 2024: naik ke $1.3 miliar
  • Desember 2025: bukan cuma nyalip, tapi ngegas sampai $1.6 miliar

Artinya? Valve bukan sekadar balik ke masa pandemi, tapi ngancurinnya dengan tambahan $200 jutaRp3,1 triliun). Kita lagi nyaksiin Steam berevolusi dari toko dominan jadi ekosistem yang nyaris gak tersentuh.


Total Revenue Steam 2025: Angkanya Bikin Merinding

Pas jam berdentang tengah malam tanggal 31 Desember, estimasi total revenue Steam sepanjang 2025 nyentuh $17,7 miliar — kira-kira Rp278 triliun.

Sebelum kita zoom ke Steam lebih dalam, berikut gambaran besarnya.

Menurut Newzoo, pasar game global 2025 nyampe $197 miliarRp3.093 triliun), naik 7,5% year-over-year. Mobile dan konsol masih oke, tapi cerita utama 2025 adalah PC gaming.

  • PC gaming 2025: $43 miliar
  • Pertumbuhan: 10,4%

Dan ya, Steam duduk manis di tengah pesta itu.


Game Mahal Gak Lagi Jadi Raja

Seperti yang dibahas di video sebelumnya, revenue gak cuma ngalir ke game AAA standar $70. Bahkan, banyak sequel terbesar tahun ini dapet review campur aduk dan sambutan dingin.

Coba lihat tier platinum 2025.
Battlefield 6 dan Monster Hunter Wilds memang ada, tapi mereka berbagi panggung dengan breakout indie kayak Schedule 1 dan Silksong.

Pesannya jelas:

Mesin marketing publisher raksasa udah gak lagi jadi syarat mutlak. Yang penting, bikin game yang orang pengen mainin.


Call of Duty Mulai Ditinggal Pemain PC

Stat yang paling kebaca jelas adalah ini:
Call of Duty Black Ops 7 bahkan gak masuk top 10 revenue PC.

Di Steam, Black Ops 7 ngalamin penurunan sales 82% dibanding entri tahun lalu. Pemain PC jelas lagi nyari yang beda. Mereka nolak model update roster tahunan $70 dan lebih milih game yang beneran inovatif.

Entah itu hit AA kayak Outgraders, atau masterpiece indie dengan harga setengahnya.


Steam Jadi Pemenang Utama Tren Ini

Pada akhirnya, Steam yang paling untung dari perubahan selera ini, apalagi karena dia jadi rumah utama game indie.

Sementara platform lain struggle sama:

  • kekurangan hardware
  • penurunan subscriber
  • ekosistem tertutup

Steam malah terus tumbuh.

Tanggal 4 Januari 2026, Steam nyentuh peak concurrent users all-time baru: 41,8 juta pengguna.
Sebagai perbandingan:

  • Pre-pandemi: 19 juta

Valve udah lebih dari dobelin user aktifnya cuma dalam beberapa tahun. Bukan pelan-pelan, tapi ngebut.


Dari Mana Datangnya Rp25 Triliun di Desember?

Menurut Alinea Analytics, Steam udah ngelewatin $16,2 miliar revenue sebelum pertengahan November. Setelah Winter Sale, Valve resmi nutup 2025 sebagai tahun terbaik sepanjang sejarahnya.

Menariknya, $1.6 miliar Desember itu bukan cuma dari hit AAA. Ini kombinasi:

  • raksasa live service
  • diskon liburan super agresif

Arc Raiders vs Counter-Strike 2

Performer paling standout musim liburan jelas Arc Raiders.

  • 2 minggu terakhir tahun: 1,2 juta copy di Steam
  • Total semua platform: 12 juta unit
  • Dari Steam saja: 7 juta sales

Yang bikin gila, Arc Raiders justru naikin daily active users selama sale, nyentuh 3,2 juta pemain pada 4 Januari.

Tapi…
Meski segede itu, Arc Raiders cuma rank kedua.
Juara pertamanya masih Counter-Strike 2.

Di sinilah rahasia Valve kelihatan:

Mereka punya Steam, dan juga punya game paling cuan di Steam.


Revenue per Karyawan Valve: Mind-Blowing

Valve sekarang beroperasi dengan sekitar 336 karyawan.
Estimasi earnings 2025 dari komisi dan game sendiri: $4 miliarRp62,8 triliun).

Artinya:

  • > $50 juta revenue per karyawan
  • atau sekitar Rp785 miliar per orang

Sebagai perbandingan:

  • Apple: ± $2,4 juta/karyawan
  • Google: ± $1,9 juta/karyawan

Sementara Microsoft dan Sony sibuk PHK ribuan orang, Valve malah cetak duit lebih banyak dengan tim lebih kecil dari banyak studio AAA satu game doang. Agak absurd, tapi nyata.


Diskon Gila = Strategi Jenius

Salah satu bagian paling menarik dari Desember 2025 adalah volume sellers.

Contohnya:

  • Detroit: Become Human
    • Harga turun ke $4Rp62 ribu)
    • Terjual 993.000 copy
  • Icarus
    • Dari $35 ke $3
    • Terjual 735.000 copy

Win-win. Pemain dapet deal gila, publisher dapet audience baru besar.


Slay the Spire: Diskon Buat Masa Depan

Contoh paling kentara adalah Slay the Spire.

  • Harga: $2Rp31 ribu)
  • Terjual: hampir 600.000 copy dalam 2 minggu

Kenapa? Karena Slay the Spire 2 masuk early access Maret 2026. Dengan barrier entry lebih murah dari secangkir kopi, mereka siapin setengah juta fan baru buat beli sequel full price. Licik? Enggak. Cerdas.


Steam Deck & Hardware: Puzzle Terakhir

Kita gak bisa ngomongin pertumbuhan Steam tanpa nyebut Steam Deck.

  • Estimasi global sales: 4 – 5,6 juta unit
  • Jauh lebih laku dari kompetitor handheld PC terdekat

Steam Deck jadi cara default main PC game on-the-go karena integrasi dalam banget sama library Steam. Dan dengan hardware baru Valve yang dateng tahun ini, dominasi ini makin susah dikejar.

PlayStation dan Xbox itu walled garden.
Steam Machine? Platform terbuka.
Lu beli hardware, seluruh library Steam langsung kebuka. Gak perlu bayar subscription cuma buat main online. Nikmat.


Steam Bukan Toko Lagi, Tapi Ekosistem

Dengan:

  • Revenue > $16 miliar
  • 41 juta concurrent users
  • Hardware baru di depan mata

Gap antara Steam dan kompetitor makin lebar. Pas kita lihat sisa 2026, pertanyaannya bukan lagi apakah Steam bakal tumbuh, tapi seberapa jauh dia bakal melaju.

Angka Desember 2025 nunjukin satu hal:
pasar PC lebih sehat dari sebelumnya, dan Steam ada di pusatnya.

By adminx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *