Half Sword Steam sudah bisa kalian pesen tapi sebelumnya baca singkat dulu ngab. Kali ini gue bakal ngebahas satu video yang mungkin seliweran di beranda YouTube lu tapi lu masih maju-mundur buat ngeklik.
Judulnya provokatif banget, “half sword is officially too violent…” dari kanal gaming yang namanya mungkin udah nggak asing di kuping lu, Bucky. Video ini baru aja diunggah sekitar sehari yang lalu pas artikel ini gue tulis, dan udah dapet puluhan ribu views. Durasi videonya sendiri sekitar 9 menit 1 detik, jadi sebenernya nggak terlalu panjang, tapi padat banget isinya.
Nah, gue tau lu mungkin lagi sibuk, mager nonton, atau kuota lagi sekarat tapi penasaran setengah mati kenapa game “Half Sword” ini dibilang “terlalu violent” secara resmi sama si Bucky. Makanya, gue nulis artikel ini khusus buat lu.
Tujuan gue simpel: gue mau rangkum isi videonya sedetail mungkin biar lu paham konteksnya tanpa perlu buffering sendiri. Gue bakal jelasin apa yang terjadi dari detik ke detik berdasarkan apa yang kelihatan di layar. Kita bakal bedah bareng-bareng visualnya, gameplay-nya, sampe komentar netizen yang nongol. Btw, gue bakal pake gaya bahasa santai aja ya, biar kayak lagi ngobrol di tongkrongan. Jadi, siapin kopi lu, senderan yang enak, dan ayo kita masuk ke dunia Frankenburg yang katanya brutal ini.
Opening Scene: Buku Ilustrasi & Masuk ke Game
Pas video baru banget mulai, lu nggak langsung dikasih liat orang bacok-bacokan. Malah, suasananya agak misterius dan ‘artsy’ gitu. Di layar, ada sebuah buku tua terbuka dengan ilustrasi kastil dan tulisan gede “FRANKENBURG” di bagian atas halaman kanan.
Visualnya kayak buku dongeng tapi versi dark fantasy, kertasnya kelihatan kusam kecokelatan, ngasih vibe abad pertengahan yang kental banget. Ini semacam intro lore atau cerita latar belakang sebelum kita bener-bener terjun ke gameplay-nya.

Di halaman kiri buku itu, ada teks puitis yang agak susah dibaca karena font-nya bergaya gotik, tapi gue coba intip dikit buat lu. Tertulis potongan kalimat kayak . Anjay, dalem banget kan? Kata-kata “Fear fades” alias “Ketakutan memudar” itu kayak ngasih clue kalau di game ini, nyali lu bakal diuji abis-abisan. Si Bucky sendiri terdengar antusias tapi juga agak bingung di awal ini.
“in the woods, who would… his walls? If you… birds return first… roots drink what is… that is why the moss… They speak of that… fear. Fear fades.”
Terus, transisinya mulus banget dari buku itu masuk ke gameplay atau mungkin fase persiapan. Di sini kita bisa denger suara Bucky yang mulai bereaksi sama apa yang dia liat.
Dari caption yang nongol (walau kadang kepotong-potong), dia sempet bilang “beard. Uh, this is really weird.” Mungkin dia lagi ngomentari karakter atau settingan awal yang emang absurd. Btw, perlu dicatet nih, caption di YouTube kadang nggak 100% akurat nangkep omongan, jadi ada beberapa bagian yang gue tandain [agak nggak kedengeran/jelas] nanti.
Tapi intinya, dari detik-detik awal ini aja udah kelihatan kalau Half Sword bukan game hack-and-slash biasa yang cuma modal nebas, ada elemen cerita dan atmosfer yang dibangun serius.
Bagian Crafting: Ngeracik Senjata ala Half Sword
Abis intro yang agak creepy tadi, kita langsung dibawa ke menu yang bikin mata gamer berbinar: Crafting Menu. Di sini si Bucky kelihatan excited banget. Di layar, lu bisa liat meja kayu dengan berbagai perkakas, dan di atasnya ada menu gulungan kertas yang ngejejerin opsi kustomisasi senjata. Gila sih detailnya.
Ada beberapa tab menu utama yang bisa dipilih: Weapon Type, Leather Color, Wood Tint, dan Decorative Metal. Ini nunjukin kalau lu bisa bener-bener bikin senjata sesuai selera lu, dari jenisnya sampe warna kulit gagangnya.

Yang paling menarik tuh ada slider-slider di bagian bawah menu gulungan itu. Ada slider buat ngatur Size (ukuran), Mass (berat), dan satu lagi yang agak ketutupan tapi kayaknya buat panjang senjata (Length/Grip). Bucky langsung nyoba-nyoba geser slider itu, dan di caption dia bilang: . Nada bicaranya itu lho, kayak anak kecil dapet mainan baru. Dia takjub bisa bikin senjata sendiri di game ini.
“Now I can craft weapons. Oh my gosh. I can”
Di pojok kanan bawah, ada keterangan harga crafting-nya, tertulis “Craft Price: 31 pfennigs” (mata uang Jerman kuno, cocok sama tema Frankenburg tadi). Terus ada tombol “Test” juga. Jadi abis lu ngeracik senjata, lu bisa langsung tes performanya.
Interaksi Bucky di menu ini bener-bener nunjukin kalau fitur crafting ini adalah salah satu highlight utama update terbaru Half Sword. Dia nggak cuma milih senjata jadi, tapi beneran “ngeracik” spesifikasinya. Buat lu yang suka game simulasi atau RPG yang detail, bagian ini pasti satisfying banget buat ditonton.
Mode/Prompt: ‘Keep Your Feet on the Ground’—Maksudnya Apa?
Lanjut ke bagian yang agak misterius lagi. Tiba-tiba layar jadi gelap (black screen) dan cuma ada satu kalimat putih di tengah: “Keep your feet on the ground”. Wah, ini bisa diartiin macem-macem nih. Kalau secara harfiah, artinya “Tatap kaki lu napak di tanah”.
Mengingat Half Sword itu game yang pake sistem physics (fisika) yang agak ragdoll, instruksi ini bisa jadi tips gameplay yang krusial. Di game ini kan karakter lu gampang banget oleng atau jatuh kalau ngayun senjata kegedean, jadi mungkin ini pengingat biar lu jaga keseimbangan.
Analisis Prompt
Kalimat ini muncul pas Bucky lagi jelasin soal mode permainan. Di caption kebaca dia ngomong: “like the game modes are on the right here. Knockdown. Keep…”. Jadi kemungkinan besar “Keep your feet on the ground” ini berkaitan sama mode “Knockdown” atau tantangan tertentu di mana lu nggak boleh jatuh.
Hubungannya sama judul “Officially Too Violent” apa? Nah, biasanya game yang ngasih instruksi spesifik soal posisi tubuh kayak gini punya mekanik pertarungan yang brutal dan realistis. Kalau lu jatuh, lu mati. Sesimpel itu.
Jadi prompt ini bukan cuma hiasan, tapi peringatan kalau gameplay-nya bakal unforgiving banget. Bucky sendiri kedengeran lagi milih-milih mode di sisi kanan layar (yang nggak terlalu kelihatan jelas di screenshot tapi dia sebutin). Intinya, game ini nggak main-main soal realisme fisik, dan itu yang bikin kekerasannya kerasa lebih “nyata” dan “disturbing” dibanding game lain.
Apa yang Diucapkan: Potongan Caption Penting
Biar lu makin dapet gambaran soal apa yang ada di pikiran Bucky pas main, gue kumpulin beberapa potongan caption yang berhasil ketangkep mata gue. Ini transkrip kasar dari apa yang muncul di fitur auto-caption YouTube, jadi mohon maklum kalau agak random, tapi justru di situ serunya:
- Soal Karakter Awal:“beard. Uh, this is really weird.” (Jenggot. Uh, ini aneh banget). Kemungkinan dia lagi ngomentari tampilan karakter yang mungkin glitchy atau unik banget fisiknya.
- Reaksi Crafting:“Now I can craft weapons. Oh my gosh. I can” (Sekarang gue bisa bikin senjata. Ya ampun. Gue bisa). Ini momen “aha!” dia pas sadar fitur barunya sekeren itu.
- Penjelasan Mode:“like the game modes are on the right here. Knockdown. Keep…” (kayak mode gamenya ada di kanan sini. Knockdown. Jaga…). Dia lagi navigasi menu dan ngejelasin opsi yang tersedia buat penonton.
- Momen Tak Terduga: Ada juga seruan-seruan pendek kayak “Oh my gosh” yang nandain dia kaget sama hasil crafting atau efek visual di game. [Sisanya agak kepotong/kurang jelas].
Suara Penonton: Komentar yang Muncul di Halaman
Nggak lengkap rasanya kalau kita nggak ngebahas apa kata netizen. Di bagian bawah video, gue ngeliat ada komentar yang cukup menarik perhatian dan dapet banyak likes. Salah satunya dari akun @maxtheprogamer4445 yang bilang: (Bro lupa ngeretakin tengkorak kayak telor busuk).
“Bro forgot to crack a skull like a rotten egg”
Komentar ini kocak tapi juga ngasih insight penting. Pertama, ini nunjukin kalau ekspektasi penonton terhadap Bucky dan game Half Sword ini adalah violence level maksimal. Mereka pengen liat kehancuran total, “skull cracking”.
Kedua, mungkin di video ini Bucky mainnya agak lebih “teknis” atau “hati-hati” (ingat prompt “Keep your feet on the ground” tadi?), jadi dia nggak se-barbar biasanya, sampe dibilang “lupa” mecahin kepala orang.
Btw, komentar-komentar kayak gini validasi banget kalau komunitas game ini emang nyari kepuasan dari simulasi combat yang realistis dan brutal. Di sisi lain, ada juga video rekomendasi di sampingnya kayak “Half Sword Early Access Is Controversial”, yang nandain kalau game ini emang lagi jadi buah bibir.
Penutup: Intinya, Biar Lu Nggak Ketinggalan
Oke, jadi apa kesimpulannya? Video “half sword is officially too violent…” dari Bucky ini sebenernya adalah showcase dari update terbaru game Half Sword yang makin gila detailnya. Dari fitur crafting yang ngasih kebebasan bikin senjata (sampe ngatur berat dan ukuran), lore buku Frankenburg yang nambah kedalaman cerita, sampe mode permainan yang nuntut keseimbangan fisik karakter.
Judul “Too Violent” itu bukan clickbait kosong, tapi gambaran dari mekanik physics-nya yang bikin setiap benturan senjata kerasa “sakit” dan “nyata”.
Buat lu yang belum nonton, rekomendasi gue: kalau lu suka game yang teknis dan nggak keberatan sama visual darah-darahan atau gerakan karakter yang kadang konyol tapi mematikan, lu wajib cek.Tapi kalau lu nggak kuat liat yang sadis-sadis, mending baca artikel gue ini aja udah cukup, hehe.
Jangan lupa juga aktifin caption pas nonton biar nggak kelewat omongan Bucky yang kadang gumam-gumam lucu pas lagi konsentrasi. Intinya, Half Sword lagi berevolusi jadi sesuatu yang lebih dari sekadar demo game berantem, dan video ini buktinya.