Nvidia kembali bikin heboh khusunya gamers. Perusahaan raksasa teknologi ini memangkas produksi GPU gaming hingga 30–40% di tahun 2026, dan gamer langsung bereaksi keras. Banyak orang merasa Nvidia sengaja menciptakan kelangkaan supaya harga tetap tinggi. Isu produksi GPU ini pun langsung memicu perdebatan panas di komunitas gaming.
Namun kalau kita lihat lebih dalam, masalahnya bukan sekadar jumlah produksi yang berkurang. Masalah utamanya justru terletak pada kualitas dan nilai GPU baru itu sendiri.
Produksi GPU Turun, Tapi GPU Baru Juga Kurang Menarik
Jujur saja, GPU generasi terbaru dari Nvidia tidak menawarkan peningkatan yang signifikan. Nvidia merilis GPU baru, tapi peningkatan performanya terasa minim. Banyak gamer melihat GPU lama masih sangat kuat untuk gaming modern.
Ketika Nvidia terus memproduksi GPU lama, GPU baru otomatis kehilangan relevansi. Karena itu, pengurangan produksi GPU sebenarnya terasa masuk akal. Kita tidak benar-benar butuh GPU baru saat ini, apalagi jika peningkatannya nyaris tidak terasa.
Masalahnya, Nvidia tetap mematok harga tinggi. Di sinilah gamer mulai kesal.
Performa Per Dolar: Grafiknya Datar, Dompet Menderita
Kalau kita lihat grafik performa per dolar, kondisinya jelas menyedihkan. Nvidia meminta gamer membayar jauh lebih mahal, tapi tidak memberi peningkatan performa yang sepadan. Di kelas atas, situasinya bahkan makin parah.
Gamer mengeluarkan tambahan biaya hingga ribuan dolar, tapi hanya mendapat sedikit peningkatan FPS. Ini bukan inovasi, ini pemerasan halus. Nvidia seolah berkata, “Kalau mau yang terbaru, ya bayar mahal,” meskipun manfaatnya hampir nol.
Dengan produksi GPU yang dipangkas, Nvidia berpotensi menaikkan harga tanpa menambah nilai. Dan jelas, gamer tidak bodoh—mereka sadar sedang dipermainkan.
Nvidia Fokus ke AI, Gaming Jadi Prioritas Kedua
Sekarang kita masuk ke inti masalah. Nvidia mengalihkan fokus ke AI dan data center. Mereka melihat peluang besar di sana, dan mereka mengejarnya tanpa ragu. Dari sisi bisnis, langkah ini masuk akal. Dari sisi gamer? Ini terasa seperti pengkhianatan.
“Menurut artikel tersebut, NVIDIA berencana memangkas pasokan sebesar 30-40% pada paruh pertama 2026 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (2025).” [Benchlife]
Kebijakan Nvidia memangkas produksi GPU gaming adalah langkah untuk mengembangkan profit perusahaan mereka, karena inilah saatnya jika memang ingin meningkatkan profit, dimana demand untuk teknologi AI yang banyak resource chip, bisnis ya bisnis. Tapi untuk disisi seorang gamers kita gaperlu ambil pusing karena masih ada king AMD! Begitu menurut Admin.
