Highguard Review
Highguard Review

Kemarin pagi waktu Indonesia adalah acara situasi The Game Awards, dan ada satu statistik yang awalnya sama sekali tidak Admin percaya. Menurut Admin itu terlalu mengada-ada, sampai-sampai Admin pikir mereka pasti kabur dari rumah sakit jiwa dan cuma ngoceh nggak jelas. Tapi setelah Admin cek dan verifikasi sendiri, ternyata itu benar.


The Game Awards Pecahkan Rekor Penonton

Klaimnya adalah bahwa The Game Awards tahun lalu memiliki jumlah penonton lebih banyak daripada Super Bowl. Admin langsung bilang, “Ah, omong kosong. Mustahil.” Super Bowl itu ditonton sekitar 120 jutaan orang, bahkan termasuk salah satu Super Bowl paling banyak ditonton sepanjang masa.

The Game Awards vs Super Bowl

Ternyata… mengungguli!.

Jeff Keighley benar-benar mengungguli angka Super Bowl dengan 154 juta penonton global. Memang, Super Bowl itu acara yang kebanyakan hanya penting bagi orang Amerika. Admin paham itu. Sementara The Game Awards berskala internasional.

Tapi tetap saja, angka itu benar-benar bikin kepala Admin meledak.

Skala Global yang Mengejutkan

Admin sendiri menonton Game Awards setiap tahun, tapi jujur Admin tidak pernah menyangka kalau skalanya sebesar ini. Dan sekarang, setelah fakta ini tersimpan rapi di otak Admin, reveal terakhir Game Awards tadi pagi jadi terasa makin aneh.

Aneh karena… itu sebuah blunder.


Jeff Keighley dan Seni Overhype

Reveal terakhir itu adalah bagian paling penting. Dan tadi pagi—yah—yang itu benar-benar gagal total. Sayangnya.

Admin tahu banyak orang sering mengkritik Jeff Keighley dengan bercanda, soal kebiasaannya yang terlalu menghiperbolakan sesuatu yang sebenarnya tidak layak di-hype sebesar itu.

Membangun Antisipasi Berlebihan

Dia sering membangun antisipasi berlebihan, sampai kita seperti:

“Gila, apa yang mau dia reveal?”

Dia bisa bilang hal-hal seperti:

  • “Dalam puluhan tahun karier Saya, belum pernah Saya seheboh ini.”
  • “Ini adalah kehormatan dan privilege Saya.”
  • “Ini adalah puncak dari dunia gaming.”

Lalu dia menyajikan… sesuatu yang ternyata biasa saja.

Contoh Overhype yang Pernah Berhasil

Ada momen tahun lalu ketika dia reveal Okami, dan menurut Admin itu bukan contoh overhype karena Okami memang luar biasa. Admin sangat suka Okami dan tidak sabar menunggu seri terbarunya.

Tapi tetap harus diakui, Jeff punya sejarah panjang soal ini, dan kemarin pagi adalah salah satu contoh terburuknya—khususnya untuk pengungkapan terakhir.


Harapan Titanfall 3 yang Dipatahkan

Dia bilang:

“World premiere terakhir kami datang dari 61 anggota tim yang membangun Apex Legends dan Titanfall empat tahun lalu.”

Eks Tim Apex Legends dan Titanfall

Ayolah, pembawaan seperti itu saja sudah cukup bikin siapa pun hype setengah mati. Saat Admin menontonnya secara langsung, Admin benar-benar berpikir:

  • “Jangan-jangan Titanfall 3?”
  • Atau setidaknya penerus spiritual Titanfall

Dan di situlah mereka menjebakmu. Jeff sudah mengendalikan kalian sepenuhnya. Kalian termakan hype.

Fantasi yang Terlalu Indah

Padahal, seperti yang sudah lama Admin bilang, kemungkinan besar kita tidak akan pernah melihat Titanfall 3. EA sepertinya akan mengubur IP itu selamanya karena secara finansial tidak memenuhi ekspektasi mereka—meskipun game-nya dicintai banyak orang.

Tapi jujur saja, Admin sempat percaya dengan fantasi itu.


Highguard dan Masalah Shooter Hero Generik

Sayangnya, yang disajikan justru shooter hero yang terasa sangat generik.

Admin selalu menikmati menonton Game Awards, dan tahun ini pun Admin senang. Tapi Admin benar-benar tidak mengerti kenapa game ini disimpan sebagai reveal terakhir.

Reveal Penutup yang Terasa Salah Tempat

Nyimpen game shooter hero generik di posisi paling akhir terasa sangat janggal. Banyak orang bahkan mengejeknya.

  • Tidak terlihat terlalu menarik
  • Tidak bikin duduk di ujung kursi
  • Terasa datar

Bahkan banyak yang menjulukinya “Concord 2.”

Bukan Game Buruk, Tapi Salah Posisi

Masalahnya bukan karena game ini buruk. Tapi bukan game yang pantas jadi penutup acara.

Game seperti ini seharusnya ditampilkan:

  • Di tengah acara, atau
  • Di awal sebagai tambahan konten

Bukan sebagai klimaks.


Reveal Terakhir yang Seharusnya Lebih Berani

Menurut Admin, yang paling pas jadi reveal terakhir justru Star Wars: Knights of the Old Republic – Fate of the Old Republic.

Alternatif Reveal yang Lebih Hype

Itu bakal jadi momen BOOM hype besar, karena banyak orang—termasuk Admin—sudah tidak sabar menunggunya.

Sementara Highguard?

  • Lebih banyak orang minta genre baru
  • Bukan shooter hero lagi
  • Apalagi dari tim sehebat pembuat Titanfall

Kita berharap mereka lebih berani.


Expedition 33 dan Dominasi Nominasi

Meski begitu, Admin tetap sangat menikmati Game Awards. Ini sudah jadi tradisi tahunan.

Namun, Admin merasa ada pelajaran penting soal jumlah nominasi sebuah game.

Mahakarya yang Tak Terbantahkan

Expedition 33 memang luar biasa. Admin sudah bilang sejak kredit pertama bergulir bahwa game ini spesial, bahkan masuk 20 besar game favorit Admin sepanjang masa.

Sebuah mahakarya.

Masalah Ketika Terlalu Mendominasi

Tapi menurut Admin, game ini tidak seharusnya masuk ke semua kategori, terutama kategori game indie.

Secara definisi memang indie, tapi keberadaannya:

  • Menutup peluang game lain
  • Mengurangi variasi kemenangan
  • Membuat kesan seolah tahun ini hanya ada satu game

Dampak Terhadap Game Indie Lain

Tahun 2025 sebenarnya adalah tahun yang luar biasa untuk industri game. Banyak banget game keren.

Game Hebat yang Terlupakan

Namun, jika kamu hanya menonton The Game Awards, kesannya cuma ada Expedition 33 saja. Dan itu disayangkan.

Game hebat seperti:

  • Kingdom Come 2

Pulang dengan tangan kosong.

Lebih Sedikit Itu Lebih Baik

Admin setuju Expedition 33 pantas menang:

  • Game of the Year
  • Narasi
  • Musik
  • Voice acting

Tapi tidak di 13 kategori sekaligus.

Karena pada akhirnya, dominasi berlebihan justru membuat orang jenuh—mirip seperti Patriots yang terlalu sering menang.


Refleksi The Game Awards 2025

Intinya, Admin cinta Expedition 33 dan senang melihat kesuksesannya. Tapi Admin juga ingin bisa merayakan lebih banyak game hebat lainnya tahun ini, terutama dari ranah indie.

Jeff Keighley dan timnya tetap pantas diapresiasi. Mereka menyajikan acara yang mengesankan dan menghibur.

Namun Situasi The Game Awards tahun ini memberi satu pelajaran penting:

Hype besar butuh penutup yang setimpal,
dan kemenangan besar perlu dibagi agar industri game tetap hidup.

Oke, Admin berhenti ngoceh.
Itu saja.

By adminx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *