Pembuka yang Nggak Main-Main
War dan Apokalips, Darksiders itu game yang dari awal udah bikin orang mikir, “kok setan mereka bisa dapetin Mark Hamill?”
Game ini rilis setahun sebelum masa kelam industri game, dan langsung membuka cerita dengan cara yang keren banget.
Di awal, kamu disuruh nyelametin orang-orang random yang nggak aman, sebelum akhirnya semua kekuatanmu direbut begitu kamu benar-benar masuk ke inti game. Niatnya jahat, tapi eksekusinya cakep.
Bumi Setelah 100 Tahun: Inggris Modern Versi Apokalips
Seratus tahun kemudian, kamu balik ke Bumi… dan jujur aja,
ini literally Poverty Street di TikTok.
Semua kelihatan kayak Inggris modern yang kebablasan:
- Zombie dan mayat berserakan di mana-mana
- Pertumbuhan demonic udah ngambil alih gedung-gedung
- Dunia berasa aktif nyoba ngerusak harimu
Di sinilah game mulai ngegas beneran, karena kamu dikasih gambaran jelas soal apa yang terjadi setelah apokalips.
Storytelling yang Bikin Pemain Ikut Emosi
Storytelling di Darksiders jalan dengan cukup bagus, karena game ini langsung nunjukin kalau War sebenarnya nggak bersalah.
Ini penting, agar pemain dan karakter punya motivasi yang sama: membersihkan nama War.
Seiring misteri mulai kebuka, kamu makin terdorong buat cari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Adakalanya ceritanya straightforward, tapi nggak pernah ngebosenin, karena:
- Setiap karakter terasa unik dan memorable
- Plot twist besar dieksekusi dengan sangat solid
- Cerita ini jelas nyiapin panggung buat sekuelnya
Sayangnya, Padding-nya Kadang Kebangetan
Nah, sekarang kita jujur.
Ini bukan game sempurna.
Kadang ada lebih banyak padding daripada kursi mobil bayi.
Kamu bakal:
- Lewat area yang ribet
- Nyari batu gede entah buat apa
- Bangunin makhluk gede
- Terus… disuruh balik lagi ke tempat awal
Jujur aja, ini bosen banget.
Apalagi karena kamu harus backtrack satu area penuh cuma buat nemuin arena time trial yang membosankan dan nggak guna sama sekali.
Tapi Level Design-nya Kadang Jenius
Di sisi lain, ada juga area yang punya level design luar biasa.
Area-area ini bener-bener:
- Manfaatin ability dan tools kamu
- Bikin eksplorasi terasa engaging
Masalahnya, game ini kayak punya filosofi:
“lempar semua ide ke tembok, berharap ada yang nempel.”
Ada banyak mekanik dan ide keren, tapi:
- Beberapa nggak dikasih waktu berkembang
- Banyak yang hilang secepat mereka muncul
Yang bertahan paling lama?
Itu juga yang paling matang pengembangannya.
Plot Twist: Malaikat, Iblis, dan Dewan yang Busuk
Plot twist utama di cerita ini gila sih.
Beberapa malaikat dan iblis:
- Berkonspirasi buat mempercepat apokalips
- Dewan tahu soal ini
- Tapi nggak ngapa-ngapain
Kenapa?
Supaya mereka bisa pake War sebagai kambing hitam.
Lebih parah lagi, salah satu malaikat korup berubah jadi iblis bernama Destroyer, dan dia bahkan nyoba ngebujuk War buat ninggalin quest penebusannya.
Respons War?
Absolute cinema.
“I offer you this choice, Horsemen: serve in heaven… I choose what once a coward did not.”
Di sini keliatan jelas kalau War bukan sekadar pria marah gede bawa pedang.
Anak Haram Zelda dan God of War
Cara paling realistis buat ngejelasin Darksiders adalah:
ini anaknya Zelda dan God of War.
Pengaruh God of War
Kelihatan banget di:
- Combat penuh combo
- Instant kill moves
- Banyak senjata
- Gerombolan musuh
Pengaruh Zelda
Terasa di:
- Puzzle
- Dungeon
- Boss
- Item progression buat buka area baru
Biasanya item dungeon juga jadi kunci buat ngalahin boss di area itu.
Combat: Kuat, Brutal, Tapi Kurang Variasi
Combat di game ini berusaha bikin kamu ngerasa kuat, dan sebagian besar berhasil.
Ayun pedang gede, banting lima iblis ke udara, lalu follow-up combo pas mereka jatuh itu rasanya puas banget.
Tapi ada masalah besar:
- Senjata dapet EXP dan makin kuat → keren di teori
- Praktiknya?
Kayak browsing X… agak nggak ada variasi
Combo antar senjata mirip-mirip, senjata sekunder maksimal tiga hit, dan akhirnya kamu:
- Spam pedang utama
- Pencet tombol square berulang-ulang
Masih oke, tapi frustrating karena senjata lain kalah guna.
Wrath Ability yang… Apa Ini?
Kamu punya empat wrath abilities:
- Blade Geyser – robek kain realitas
- Immolation – kamu kebakar, tapi masih keliatan… aneh
- Stone Skin – kamu keras
- Affliction – summon moderator Discord buat nge-ban orang
Serius,
apa gue nulis ini pas mabuk?
Boss dan Clunkiness yang Bisa Dimaafin
Combat kadang agak clunky, karena:
- Kamu bisa ke-dodge keluar animasi
- Sama sesuatu yang ukurannya seperempat tubuhmu
Tapi biasanya tinggal follow up dan kasih mereka CIA award for excellence in journalism.
Boss fight-nya sendiri bagus banget, meskipun masing-masing punya satu masalah annoying.
Penutup: Fondasi Kuat untuk Sekuel
Dengan resepsi dan penjualan yang bagus,
sekuel Darksiders dibuat cuma dua tahun kemudian.
Dan syukurlah,
karena itu artinya… gue bisa bahas lanjutannya.
