mantan pegawai Google
mantan pegawai Google

Google kembali bikin heboh dunia teknologi. Berdasarkan laporan CNBC pada 19 Desember 2025, sekitar 20% insinyur perangkat lunak AI yang direkrut Google tahun ini merupakan mantan pegawai Google.

Lalu, apa sebenarnya arti tren ini, dan kenapa Google memilih langkah tersebut?

Apa Itu Boomerang Employees?

Secara sederhana, boomerang employees adalah karyawan yang pernah bekerja di sebuah perusahaan, lalu keluar, dan akhirnya kembali direkrut oleh perusahaan yang sama. Bisa karena resign, terdampak PHK, atau pindah ke perusahaan lain lebih dulu.

“Kami semakin bersemangat dengan momentum yang kami miliki, kekuatan komputasi, serta talenta yang ada — para insinyur ingin bekerja di sini untuk terus membangun produk-produk terobosan,” ujar juru bicara Google dalam pernyataannya.

Istilah ini cocok banget dengan analogi bumerang—dilempar pergi, tapi balik lagi ke tangan pemiliknya.

Bagi perusahaan seperti Google, merekrut mantan pegawai Google jelas menguntungkan. Mereka sudah paham budaya kerja, sistem internal, hingga teknologi yang digunakan. Alhasil, proses onboarding jadi jauh lebih cepat dan biaya pelatihan bisa ditekan.

Kenapa Google Agresif Merekrut Mantan Pegawai di Bidang AI?

Jawabannya simpel: perang talenta AI makin brutal. Saat ini, raksasa teknologi seperti Google, OpenAI, Meta, Anthropic, dan Microsoft saling sikut demi mendapatkan insinyur AI terbaik.

Sebagai contoh, Microsoft berhasil membajak puluhan peneliti dari DeepMind. Sementara itu, OpenAI dan Meta bahkan berani menawarkan paket kompensasi hingga ratusan juta dolar. Di tengah kondisi ini, Google memilih jalur yang lebih strategis: menarik kembali orang-orang yang sudah pernah membangun perusahaan tersebut.

Selain itu, Google punya “stok” mantan karyawan dalam jumlah besar, terutama setelah PHK massal 12.000 karyawan pada awal 2023. Banyak di antaranya merupakan talenta AI yang kini kembali karena Google membuka peluang baru dengan proyek yang lebih matang.

Google Bangkit Setelah Tertinggal di Awal Boom AI

Di awal ledakan AI, Google memang sempat terlihat tertinggal. Namun sekarang ceritanya berbeda. Perusahaan ini tancap gas dengan investasi besar di infrastruktur AI dan peluncuran produk seperti Gemini 3, model AI terbaru mereka.

Hasilnya? Saham Alphabet naik lebih dari 60% sepanjang 2025, menandakan kepercayaan investor kembali pulih. Menariknya, tren boomerang ini juga terjadi di industri lain. Data ADP Research menunjukkan peningkatan karyawan boomerang di sektor teknologi sepanjang 2025.

Dampak Besar untuk Google dan Industri

Bagi Google, merekrut mantan pegawai Google menjadi cara cepat memperkuat tim AI tanpa harus “bakar uang” di pasar terbuka. Bagi karyawan, ini jadi kesempatan comeback ke perusahaan stabil dengan gaji tinggi dan proyek cutting-edge.

Sekali lagi Ai menjadi bahan perbincangan, akhir – akhir ini memang tidak ada habisnya topik tentang AI bulan desember 2025, SDM menjadi perebutan dalam mengembangkan teknologi ini sehingga terjadilah fenomena yang admin bahas.

By adminx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *