Steam di ARM, Gimana kalau Admin bilang tembok raksasa yang selama ini ngebatasin PC gaming akhirnya runtuh? Selama puluhan tahun, kalau lu mau main game-game berat di Steam, lu kejebak harus pakai prosesor x86 dari Intel atau AMD. Gak ada pilihan lain. Tapi, semua itu berubah sekarang.
Di artikel ini, Admin bakal bedah isi (video) terbaru yang ngebahas terobosan gila ini biar lu paham tanpa perlu nonton videonya. Admin bakal jelasin pakai bahasa santai, setia sama fakta di videonya, dan gue bakal kasih tanda kalau ada bagian yang agak samar. Intinya, dominasi x86 mulai digoyang, cuy. Puncaknya adalah eksperimen yang dirilis tanggal 8 Januari 2026 kemarin: Steam Snap ARM64.
Breakthrough: Demo, Angka, dan Kenapa ARM Penting
Jadi gini, di video itu ditunjukin demo yang bikin melongo: Cyberpunk 2077 jalan di atas 200 FPS di sistem berbasis ARM! Padahal kita tahu ARM itu arsitektur yang biasanya dipakai di HP atau laptop hemat daya karena efisiensinya. Nah, pada 8 Januari 2026, Ubuntu (Canonical) merilis “bombshell” berupa Steam Snap eksperimental buat ARM64.
Kenapa ini penting banget buat kita? Karena ini ngebuka jalan buat portabilitas dan efisiensi gaming yang belum pernah ada sebelumnya. Bayangin main game AAA di device yang adem, batere awet, dan ringkas. Tapi ada catatan nih, video nyebutin angka 200 FPS itu dicapai pakai hardware high-end “NVIDIA Spark”. Jadi, jangan bayangin ini jalan di HP kentang lu dulu ya. Poin pentingnya adalah: game-nya bisa jalan lewat emulasi aja udah keajaiban teknis.
Gimana Caranya Jalan: Steam Snap ARM64 + FEX‑Emu
Oke, teknis dikit tapi Admin bikin simpel. Rahasianya ada di paket Steam Snap ARM64 yang di dalamnya udah dibundel sama makhluk bernama FEX‑Emu. Ini bukan emulator biasa kayak lu main Mario di PC, tapi ini adalah dynamic binary translator atau recompiler.
Cara kerjanya: FEX‑Emu ngambil instruksi bahasa mesin x86 (bahasa Intel/AMD) terus diterjemahin on-the-fly jadi instruksi ARM64 (bahasa chip mobile). Video menegaskan bedanya: ini bukan sekadar emulasi lambat yang nebak-nebak instruksi, tapi “recompiling” ke bentuk intermediate (IR) dulu buat dioptimasi, baru dijadiin ARM. Ini adalah jembatan biar game lama bisa jalan tanpa perlu developer bikin ulang gamenya (porting native). Konsekuensinya? Pasti ada overhead (beban tambahan), tapi teknik optimisasinya bikin performanya tetep ngebut buat game 3D berat.
Rintangan Teknis: Memory Model x86 vs ARM
Tantangan paling berat yang disebut di video itu soal “Memory Model”. Ini agak tricky. Di x86, urutan eksekusi memori itu ketat dan terjamin. Di ARM? CPU-nya lebih “santai” dan suka ngacak urutan instruksi demi efisiensi.
Contoh kasus di video: Ada dua thread. Thread A ngitung hasil (misal angka 42) terus ngasih tanda “selesai” (flag = 1). Thread B nungguin tanda itu. Di x86, kalau tanda “selesai” muncul, pasti angkanya udah siap. Di ARM, bisa kejadian tandanya udah muncul duluan padahal angkanya belum kelar ditulis ke memori. Akibatnya? Race condition, data error. FEX‑Emu ngatasin ini pakai “half-barriers” dan trik cerdik, misalnya ngakalin pola khusus “61-bit circular buffer” yang sering dipake game Unity. (Catatan: Detail teknis “hack” ini sangat spesifik di video, jadi Admin sampaikan apa adanya ya).
Kompatibilitas & Performa: Apa Aja yang Udah Jalan
Penasaran game apa aja yang udah bisa dimainin? Berdasarkan tes yang disebut di video (ingat, ini di hardware NVIDIA Spark ya), hasilnya gokil:
- Cyberpunk 2077: 200+ FPS (pakai DLSS via Proton).
- Counter-Strike 2: “Smooth”, dites main 2 jam lebih tanpa masalah berarti.
- Hollow Knight Silksong: Dibilang “very smooth”.
- Dota 2 & Portal 2: Jalan kayak native app, nggak ada isu yang notable.
⚠️ Reality Check
Jangan lupa, statusnya masih Eksperimental Beta. Video nyebutin kalau lu coba ini di laptop “Snapdragon X” (Qualcomm), saat ini masih ada isu yang bikin Steam client-nya nggak jalan bener. Canonical lagi nyelidiki ini. Plus, ada waktu “pre-caching” sekitar 10 menit pas pertama kali buka game buat FEX nerjemahin kode.
Kenapa Valve Bertaruh Besar di ARM
Kenapa Valve rela buang duit jutaan dolar buat danain FEX‑Emu selama hampir satu dekade? Jawabannya: Masa Depan Hardware Independen. Video ngejelasin kalau Valve lagi nyiapin “Steam Frame” (headset VR berbasis ARM) dan kemungkinan “Steam Deck 2” yang lebih efisien.
Dengan matengin teknologi translasi ini sekarang, Valve mastiin kalau nanti hardware ARM mereka rilis, ribuan game x86 di Steam udah langsung bisa dimainin “day one”. Ini strategi jangka panjang biar Valve nggak terkunci sama Intel atau AMD doang. Dampaknya buat developer? Mereka nggak perlu pusing porting ulang game lama, biarin layer FEX yang kerja keras. Risikonya tentu ada di performa translasi awal, tapi dengan hasil tes tadi, masa depannya cerah, bro.
Penutup: Tetap Eksperimental, Tapi Masa Depan Kebuka
Intinya, tembok pemisah antar arsitektur udah mulai bolong. Memang masih eksperimental dan butuh hardware kenceng buat hasil maksimal, tapi arahnya udah jelas. Admin saranin lu pantau terus update dari proyek ini kalau lu antusias sama teknologi.
Catatan Penulis: Artikel ini Admin rangkum setia dari video sumber. Kalau ada bagian teknis yang kerasa kurang detail, itu karena Admin jaga keaslian info dari videonya tanpa nambah-nambahin spekulasi sendiri. Stay tuned, guys!