Akhir tahun 2025 ternyata membawa kejutan yang kurang menyenangkan bagi para pecinta dunia rakit PC dan pengguna perangkat komputasi lainnya. Alih-alih menikmati diskon akhir tahun seperti biasanya, banyak orang justru dikejutkan dengan lonjakan harga RAM dan perangkat penyimpanan lain seperti SSD. Fenomena ini ramai dibicarakan di berbagai forum teknologi, media sosial, hingga marketplace.
Admin sendiri awalnya berniat memanfaatkan promo akhir tahun untuk upgrade PC—khususnya RAM dan SSD. Namun rencana itu harus kandas setelah melihat harga yang meroket dua kali lipat. Sakit tapi ya sudahlah… admin kere hore tetaplah kere hore.
Lonjakan Harga RAM dan Penyebabnya
Setelah menelusuri berbagai sumber informasi di internet, termasuk laporan dari media teknologi, ada beberapa faktor yang memicu naiknya harga RAM di akhir 2025. Salah satu faktor terbesar adalah penggunaan AI yang benar-benar makin masif.
Penggunaan AI yang Meningkat Pesat
Tidak bisa dipungkiri bahwa AI kini merasuk ke segala lini—mulai dari dunia kreatif, industri, hingga komputasi rumahan. Teknologi ini pada dasarnya sangat rakus memori.
Admin sendiri pernah mencoba menjalankan model AI di PC pribadi, dan bisa dibilang:
- RAM langsung tersedot banyak,
- GPU panas kayak mau meleleh,
- dan PC berasa kayak helikopter mau tinggal landas.
Jadi wajar kalau perangkat AI, termasuk server dan data center, membutuhkan RAM berkapasitas besar. Permintaan pasar pun naik drastis.
Produsen Mengalihkan Fokus Produksi
Salah satu berita mengejutkan datang dari Micron, produsen besar memori dan SSD yang terkenal dengan brand Crucial. Menurut berita dari (tecno.kompas.com), mereka akan menghentikan distribusi produk Crucial ke retailer global paling lambat Februari 2026, semata-mata untuk mengalihkan fokus produksi ke kebutuhan:
- data center,
- teknologi AI,
- dan komputasi berskala besar.
Akibatnya, pasokan memori untuk konsumen rumahan menurun. Permintaan naik, pasokan turun… ya jadinya harga ikut terbang.
Dampaknya Terhadap Pengguna dan Pasar
Lonjakan harga RAM di akhir 2025 ini sebenarnya tidak hanya mempengaruhi para perakit PC atau gamer. Pengguna laptop, kreator konten, bahkan perusahaan kecil ikut merasakan dampaknya.
Berikut beberapa efek yang terasa di lapangan:
- Pengguna yang ingin upgrade harus menunda (termasuk admin).
- Harga komponen bekas ikut naik.
- Banyak penjual di marketplace tiba-tiba “cuan maksimal”.
- Diskon akhir tahun jadi ilusi belaka.
Pengalaman pribadi admin bisa jadi ilustrasi nyata. Tiga bulan lalu admin mengincar SSD 1TB merek KYO yang harganya masih di 700 ribuan rupiah. Tapi ketika admin cek lagi di akhir 2025, harganya sudah:
➡️ 1.400.000 rupiah
Dua kali lipat.
Gila.
Mind-blowing.
Penjual: cuan.
Admin: tumbang.
Memori Indah pada Masanya
Judul artikel ini—Memori Indah pada Masanya—bukan tanpa alasan. Ada masa ketika upgrade PC itu murah, gampang, dan menyenangkan. Masa saat kita bisa beli RAM 16GB hanya dengan harga setara dua kali makan enak di mall. Masa ketika SSD 1TB cuma setengah gaji part-time mahasiswa.
Tapi sekarang?
Yah… kenangan itu hanya tinggal memori indah. Karena realitanya:
- harga RAM naik,
- SSD ikut meroket,
- promo akhir tahun jadi PHP,
- dan kantong kita semakin merintih.
Namun, bukan berarti tidak ada harapan. Siklus harga komponen komputer biasanya naik-turun. Ada kemungkinan tahun 2026 atau 2027 harga kembali stabil ketika pasokan bertambah atau teknologi baru muncul.
Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna?
Buat kamu yang lagi galau karena ingin upgrade tapi harga melambung, berikut beberapa tips sederhana agar tetap bisa bertahan di tengah lonjakan harga RAM:
1. Tunda Upgrade Jika Tidak Mendesak
Kalau PC masih bisa dipakai untuk kerja, gaming ringan, atau scrolling internet, lebih baik tahan dulu. Jangan memaksakan upgrade di puncak harga.
2. Pertimbangkan Komponen Bekas
Komponen bekas yang masih berkualitas bisa jadi alternatif. Tapi pastikan:
- beli dari penjual terpercaya,
- cek kesehatan SSD,
- minta bukti pemakaian.
3. Manfaatkan Cloud Storage Sementara
Kalau kebutuhan hanya sekadar penyimpanan, gunakan cloud untuk menyiasati storage yang sempit.
4. Cek Marketplace Luar Negeri
Kadang, harga global tidak naik setinggi pasar lokal. Tapi pertimbangkan ongkos kirim dan pajak.
Kesimpulan
Lonjakan harga RAM di akhir 2025 bukan sekadar isu kecil di dunia teknologi. Ini adalah fenomena yang dipicu oleh transformasi global menuju era AI. Permintaan meningkat, produsen mengalihkan fokus, dan dampaknya langsung terasa hingga ke pengguna rumahan.
Admin yang tadinya berniat upgrade SSD dan RAM harus menerima kenyataan pahit. Harga sudah bukan ratusan ribu lagi, tapi jutaan. Cuan buat penjual, tapi kantong admin menangis terisak.
Pada akhirnya, memori indah saat harga RAM masih murah tinggal kenangan. Tapi tidak apa-apa—semoga ke depan harga kembali bersahabat. Dan semoga admin tidak kere hore selamanya.
