Delta Force Update terbaik untuk saat ini! Kali ini gue bakal bahas tuntas satu video yang baru aja rilis dan bikin komunitas FPS heboh banget. Jadi, lo nggak perlu repot-repot nonton videonya sampai habis karena gue udah rangkum semuanya buat lo. Video yang bakal kita bedah hari ini datang dari salah satu legenda konten kreator FPS, yaitu jackfrags. Video ini rilis tanggal 29 Januari 2026 dengan judul yang cukup provokatif, ngebahas soal update besar-besaran di game Delta Force, khususnya tentang fitur destruksi penuh yang katanya sekarang udah level dewa.

Tujuan utama jackfrags bikin video ini adalah buat ngecek langsung klaim soal “Levolution” dan sistem destruksi baru di map anyar bernama Aftershock. Dia dapet akses khusus dari developer buat nyobain versi tes (test build) ini sebelum rilis publik. Jadi, apa yang lo baca di sini adalah sneak peek eksklusif dari apa yang bakal dateng. Gue bakal jelasin detail demi detail, mulai dari gedung yang runtuh total sampai fitur squad call-ins yang bikin gameplay makin taktis. Anggap aja ini panduan wajib sebelum lo terjun ke medan perang nanti. So, siapin kopi lo, dan ayo kita bedah bareng-bareng apa aja kegilaan yang terjadi di map Aftershock ini!

Levolution & Destruksi: Momen Pembuka yang Kacau Balau

delta force update

Oke, masuk ke bagian paling “daging” dari video ini. Begitu jackfrags masuk ke match, suasana langsung chaos parah. Lo bisa denger peringatan “Seismic activity imminent” alias gempa bumi bakal segera terjadi. Dan bener aja, nggak pake lama, tanah mulai goyang dan dia langsung teriak “Levolution!” pas ngeliat gedung-gedung tinggi di depannya mulai rontok satu per satu. Ini bukan cuma retak-retak dikit doang, bro, tapi bener-bener runtuh total rata dengan tanah!

Peringatan Gempa Peringatan “Major earthquake imminent” muncul di layar. Suasana tegang, jackfrags udah siap-siap buat momen besar.

Runtuhnya Gedung Pertama “Do it! Levolution!” seru jackfrags. Gedung besar di depan mata langsung ambruk. Efek partikel debu dan reruntuhan bener-bener nutupin pandangan.

Ketiban Puing Saking hebohnya ngeliatin gedung runtuh, jackfrags malah nggak sempet lari dan akhirnya mati ketiban reruntuhan gedung itu sendiri. “It fell on top of me, dude!” katanya sambil ketawa miris.

Capture Point Jadi Rubble Setelah debu mulai reda, area yang tadinya gedung dan capture point berubah total jadi tumpukan puing (rubble). Layout map bener-bener berubah drastis dalam hitungan detik.

Yang menarik di sini, jackfrags juga nyoba ngetes batas sistem destruksinya. Dia nembakin roket ke gedung lain yang udah kelihatan retak. Teorinya, “anything with a crack on, you can blow it up”. Dan bener aja, tembok-tembok yang udah rapuh itu langsung hancur berkeping-keping pas kena ledakan. Tapi ada satu momen lucu di mana dia bingung ngeliat satu gedung yang masih berdiri padahal bagian bawahnya udah hancur lebur, dia sampe nanya “How is that being supported? Is it that crane?”. Yah, namanya juga masih test build, mungkin fisikanya belum 100% sempurna, tapi efek visual dan dampak ke gameplay-nya udah kerasa banget.

Map Aftershock: Vibe & Flow Pertempuran

Sekarang kita bahas soal map-nya itu sendiri, Aftershock. Kalau lo veteran Battlefield 3, pasti bakal langsung ngerasa familiar. Jackfrags berkali-kali nyebut kalau map ini ngasih vibe yang mirip banget sama DLC “Aftermath”, spesifiknya map Epicenter. Setting-nya ada di kota yang udah porak-poranda kena gempa, penuh dengan reruntuhan beton, jalanan yang retak, dan debu di mana-mana. Atmosfernya bener-bener chaotic dan suram, tapi keren banget buat arena tembak-menembak.

Alur pertempurannya juga dinamis banget. Selain gempa besar di awal, sepanjang match juga ada “aftershock” alias gempa susulan kecil yang bikin layar goyang-goyang dikit dan nambah ketegangan. Jackfrags nunjukin gimana dia manfaatin reruntuhan buat flanking. Ada banyak celah-celah kecil di antara gedung yang bisa dipake buat nyerang musuh dari belakang. Posisi tembak juga variatif banget, lo bisa nembak dari balik jendela gedung yang setengah hancur, atau manjat ke sisa-sisa tower buat dapet high ground. Tapi hati-hati, karena struktur bangunan yang udah nggak stabil itu bisa jadi kuburan lo sendiri kalau musuh mutusin buat ngeratain tempat lo sembunyi. Intinya, map ini nuntut lo buat terus bergerak dan adaptasi sama lingkungan yang terus berubah.

Kendaraan & Ledakan: Serba Overpowered?

Di map ini, jackfrags nemuin mainan baru yang gokil abis: kendaraan amfibi lapis baja. Bentuknya mirip-mirip Amtrak kalau di seri sebelah. Dan jujur aja, kendaraan ini kelihatan OP (Overpowered) banget di tangan yang bener. Jackfrags make kendaraan ini buat nerobos masuk ke sektor pertama dan bener-bener ngeratain musuh. Daya tahannya badak banget, bisa nahan tembakan dari segala arah sambil terus maju neken garis pertahanan lawan.

Yang bikin makin ngeri adalah senjata eksplosifnya. Cooldown-nya kerasa cepet banget! “Look at these explosives. Watch when they’re off cool down,” kata jackfrags sambil spamming tembakan ke arah musuh. Ledakannya gede dan radius damage-nya luas, bikin infanteri musuh kocar-kacir nggak karuan. Dia bahkan berhasil capture sektor pertama dengan relatif mudah berkat kendaraan ini. Walau begitu, daya hancurnya tetep nggak bisa dianggap remeh, bro.

Squad Call-ins & Guided Missile: Mainan Berat

Fitur yang satu ini bikin gue inget banget sama Battlefield 5 atau bahkan Hell Divers 2. Di Delta Force update ini, ada sistem Squad Call-ins di mana lo bisa manggil bantuan taktis kalau squad lo mainnya bagus dan ngumpulin poin. Jackfrags sempet ngayal, “Imagine in PS6,” kalau fitur kayak gini bisa manggil tomahawk missile secara real-time. Tapi khayalan itu nggak jauh-jauh amat dari kenyataan di game ini, karena dia akhirnya mutusin buat make poinnya buat manggil “Guided Missile”.

Prosesnya simpel tapi mematikan. Dia buka menu, pilih target di map (dia nargetin area C2 yang lagi rame), dan boom! Lo bisa denger suara misilnya meluncur membelah udara sebelum menghantam target. Efek ledakannya nggak main-main, bro. “Only a triple,” kata jackfrags dengan nada agak kecewa, padahal dapet triple kill pake satu misil itu udah lumayan banget kan? Misil ini bukan cuma buat kill doang, tapi krusial banget buat kontrol objektif. Pas musuh lagi numpuk di satu titik buat defense, satu misil yang tepat sasaran bisa langsung ngeratain mereka dan ngebuka jalan buat tim lo masuk. Ini ngasih lapisan strategi baru di mana lo nggak cuma adu aim, tapi juga adu resource management bareng squad lo.

Artillery & Sektor Terakhir: Hujan Besi

Masuk ke sektor terakhir, intensitas pertempuran makin gila. Area capture point di sini ukurannya super besar, bikin pertempuran jadi agak chaos karena musuh bisa dateng dari mana aja. Nah, buat ngatasin ini, jackfrags make sisa poinnya (sekitar 36.000 poin) buat manggil “Artillery Barrage”. Kalau guided missile tadi sifatnya presisi satu ledakan besar, artillery ini lebih ke “area denial” alias ngehujanin satu area luas dengan ledakan bertubi-tubi.

“Destroy all the things!” teriaknya pas artileri mulai ngehajar area musuh. Efek visualnya sadis, bangunan-bangunan kecil di sekitar impact area langsung hancur, debu ngebul di mana-mana, dan musuh yang kejebak di situ otomatis kelar hidupnya. Dia dapet double kill dari serangan ini, tapi dampak psikologisnya ke musuh itu yang lebih gede. Mereka jadi nggak berani maju atau hold posisi di area terbuka. Jackfrags juga nyorot gimana artileri ini sinergi banget sama fitur destruksi map. Reruntuhan bangunan (rubble drops) yang diakibatin sama artileri bisa nimbun musuh atau nyiptain jebakan baru di sektor-sektor sebelumnya. Pokoknya, sektor terakhir ini bener-bener definisi “hujan besi”.

Gunplay & Progres Senjata

Nggak lengkap rasanya kalau ngomongin FPS tanpa bahas gunplay. Di video ini, jackfrags banyak make senjata SCAR dengan attachment red dot sight. Menurut dia, gunplay di Delta Force ini kerasa “decent” alias lumayan enak. “I really like the gunplay in this,” komentarnya. Senjatanya punya bobot, suaranya garing, dan feedback pas nembak itu kerasa responsif.

Tapi ada satu hal teknis yang dia highlight: recoil. SCAR ini punya tendangan yang lumayan kalau lo nggak pinter ngontrol mouse. “I’m pulling down a bit on my mouse there,” jelasnya pas lagi nembak full auto. Kalau nggak ditarik ke bawah, crosshair-nya bakal “bouncing” alias lompat-lompat nggak karuan. Selain itu, ada info menarik soal progresi senjata.

Grafis & Fidelity: Keliatan Lebih Mantap?

Dari segi visual, jackfrags sempet berhenti sebentar cuma buat ngagumin kehancuran di sekitarnya. “Look at that. That building just got wrecked,” katanya sambil nunjuk reruntuhan beton yang detail banget. Tekstur puing, debu yang beterbangan, dan pencahayaan di map Aftershock ini emang kelihatan “next level”.

Dia berspekulasi kalau mungkin ada peningkatan grafis atau fidelity di update kali ini. “I don’t know if they’ve improved the graphics as well… It looks a bit better than the last time I played it,” ujarnya. Tapi dia buru-buru nambahin kalau ini cuma pengamatan subjektif dia aja, bukan klaim teknis resmi dari developer. Bisa jadi karena map Aftershock ini emang didesain lebih padat dan detail dibanding map-map sebelumnya, jadi secara visual kelihatan lebih memukau. Yang jelas, buat mata gamer, map ini bener-bener “eye candy” buat lo yang demen liat kehancuran estetis.

Popularitas & Kompetisi: Si Ramai Delta Force

Di sela-sela gameplay, jackfrags juga sempet ngecek data popularitas game ini. Dan angkanya lumayan bikin kaget, guys. Menurut dia, pas dia ngecek Steam charts, ada lebih dari 100.000 pemain yang lagi online saat itu juga. Bahkan puncak hariannya bisa nembus angka 145.000 pemain! “That’s wild, isn’t it? I didn’t realize that it was still so popular,” katanya takjub.

Angka segede itu nunjukin kalau Delta Force masih punya basis komunitas yang kuat banget, apalagi statusnya sebagai game Free-to-Play (F2P) yang bisa diakses siapa aja secara global. Tapi jackfrags juga realistis soal kompetisi pasar. Dia nyebutin game-game lain kayak Marvel Rivals dan Arc Raiders yang juga lagi hype dan makan “waktu” para gamer. “The fight for your attention is massive,” katanya. Di tengah gempuran game-game baru itu, fakta bahwa Delta Force masih bisa nahan ratusan ribu pemain aktif itu prestasi tersendiri sih menurut gue.

Penutup: Verdict, Harapan, & Info Rilis

Sampailah kita di penghujung artikel bedah video ini. Verdict dari jackfrags cukup jelas: update destruksi dan levolution di map Aftershock ini “fun” banget. Dia nikmatin kekacauan yang terjadi, runtuhnya gedung-gedung, dan dinamika gameplay yang berubah drastis karena sistem fisika baru ini. Tapi, ada satu harapan besar yang dia sampaikan. Dia pengen banget fitur destruksi gila kayak gini nggak cuma eksklusif di Aftershock, tapi juga diterapkan di semua map lama yang udah ada. “If they actually went back and added that, that would be really great to see,” harapnya.

Selain itu, dia juga sempet nygung soal preferensi pribadinya yang sebenernya lebih suka estetika Delta Force klasik yang agak lebih “grounded” dan realistis, tapi dia sadar kalau arah game sekarang emang lebih ke arah aksi spektakuler ala blockbuster movie.

Info Penting Rilis Update

Catat tanggalnya ya, guys! Menurut info di video, update besar ini bakal meluncur sekitar awal Februari 2026 (First week of February). Update ini nggak cuma bawa map Aftershock dan destruksi, tapi juga:

  • Game mode baru yang belum dispill detailnya.
  • Update konten buat mode Operations (mode extraction shooter mereka).

Oke deh, itu dia rangkuman lengkap dari video terbaru jackfrags. Gimana menurut lo? Apakah levolution ini bakal bikin Delta Force makin seru atau malah makin chaos nggak jelas? Sesuai pesan jackfrags di akhir videonya buat audiens dia, “Drop me a like… Drop me a dislike if you didn’t like it,” dan jangan lupa subscribe kalau lo baru. Kalau buat gue sih, update ini wajib banget dicoba pas rilis nanti. Thanks udah baca sampai habis, guys! Sampai jumpa di artikel bedah video selanjutnya!

By adminx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *