Jujur aja, pas Admin nonton video terbaru dari BigfryTV yang judulnya “Highguard is Terrible…”, gue langsung ngerasa relate banget sama frustrasinya. Video yang rilis tanggal 27 Januari 2026 ini ngebahas abis-abisan soal game FPS baru, High Guard, yang digadang-gadang bakal pecah tapi malah kerasa hambar parah.
Di sini admin (gue) bakal bedah isi videonya buat lo yang males nonton full durasi. Intinya, si pembicara (Bigfry) bener-bener gak nahan buat ngasih kritik pedes. Dari mulai gameplay yang generik, desain yang kayak “asset pack”, sampe drama PR yang menurut dia manipulatif abis. Gue bakal coba jabarin se-transparan mungkin, mana yang fakta gameplay dan mana yang opini pribadi dia yang emang “nyelekit”.
Ringkasan Eksekutif (Kronologi Cepat)
Biar lo nggak bingung sama alur videonya, gue bikinin timeline singkat nih. Bigfry ngebuka video dengan langsung nyerang narasi kalau “konten kreator bikin game gagal”, terus lanjut ngebedah kenapa jurnalis mainstream kayak Polygon muji-muji padahal angkanya jeblok. Habis itu baru deh dia masuk ke dagingnya: gameplay dan masalah industrinya.
00:00 Intro: Langsung ngegas ngata-ngatain orang yang nyalahin kreator atas kegagalan game.
00:37 Reality Check: Nunjukin angka pemain Steam yang terjun bebas (peak 97k ke bawah 20k).
01:43 Pembagian Topik: Dia misahin diskusi jadi dua: soal High Guard-nya sendiri dan soal “gaslighting” media/komunitas.
02:23 Bedah Gameplay: Penjelasan loop 3v3 raid, kumpulin Vesper, sampe siege base musuh.
04:35 Vonis Awal: “The game is ass.” Dia bilang ini game paling generik dan nggak punya jiwa.
09:40 Komparasi Deadlock: Ngebandingin sama Deadlock yang rame karena emang gamenya bagus, bukan karena hype doang.
11:03 Isu Review Bombing: Bahas skor Steam yang sempet 17% terus naik dikit ke 32% (Mostly Negative).
Mekanik Utama: Gimana Ronde Berjalan
Jadi, High Guard ini sebenernya game apaan sih? Sesuai penjelasan di video, ini tuh 3v3 raid shooter di map yang luas banget. Loop-nya cukup ribet: lo mulai dengan kumpulin kristal Vesper, terus ke merchant buat belanja, nunggu badai (storm) bawa Shield Breaker, escort kunci itu ke base musuh, lakuin siege buat pecahin shield, baru deh tanam bom.

Kedengerannya seru? Di kertas sih iya. Tapi eksekusinya dibilang “membosankan” karena banyak step yang sebenernya nggak ngasih impact gede, kayak fase reinforcing walls di awal yang gampang banget ditembus musuh.
Desain & Feel: Kenapa Berasa Hambar
Masalah utama yang diangkat adalah “rasa” mainnya. Gunplay-nya dibilang mirip Apex Legends tapi versi KW super. Art style-nya disebut “arcane punk” yang justru bikin game ini kelihatan kayak “kumpulan asset pack Unreal Engine” atau bahkan gampangnya dibilang kayak hasil generate AI (walau dia negasin bukan berarti beneran pake AI, tapi feel-nya yang generik gitu).
Poin of Interest (POI) di map juga dibilang kosong melompong. Lo masuk ke area yang harusnya seru, eh isinya cuma chest doang tanpa ada tantangan AI atau loot yang rewarding. Bener-bener definisi “luas tapi kosong”.
Monetisasi & Rencana Pasca-Rilis
Nah, masuk ke duit-duitan. Game ini Free-to-Play (F2P), jadi udah pasti banjir microtransactions. Dari hari pertama aja udah banyak skin mount eksotis dan emote joget-joget nggak jelas. Bigfry nyorotin kalau developernya punya “intensive post-launch plan”, tapi dia skeptis banget rencana itu bakal kejadian.
Kenapa? Karena model bisnisnya kerasa banget didesain buat “milking” duit secepat mungkin sebelum gamenya mati. Istilahnya, mereka fokus jualan skin daripada bikin fondasi gameplay yang kokoh.
Performa & Optimisasi
Di luar gameplay, sisi teknisnya juga kena semprot. Optimisasinya dibilang “god awful” alias ancur parah. Pas fase siege, layar jadi chaos banget sampe lo nggak bisa baca situasi. Shield musuh tebelnya minta ampun (bullet sponge), jadi lo cuma buang-buang peluru doang buat mecahin shield sebelum bisa ngasih damage beneran.
Pengalaman teknis yang buruk ini nambahin alesan kenapa banyak player langsung bounce off (berhenti main) bahkan sebelum nyelesain satu match.
Respons Komunitas & Media
Ini bagian yang paling panas. Bigfry kesel banget sama narasi media kayak Polygon dan PC Gamer yang bilang “High Guard isn’t DOA” atau “It’s fine if you don’t listen to the internet”. Menurut dia, itu bentuk gaslighting ke konsumen.
Skor Steam: Fakta vs Narasi
Awal rilis, review positif cuma nyentuh angka 17% (Overwhelmingly Negative). Sempet naik dikit ke 32% (Mostly Negative) karena ada counter-review, tapi tetep aja mayoritas player kecewa.
Ada argumen soal review “.1 jam” (orang review jelek padahal main baru sebentar). Bigfry bilang, “We didn’t need an hour to know it was garbage.” Kalau makanan udah bau busuk dari gigitan pertama, lo nggak perlu habisin sepiring buat bilang itu nggak enak, kan?
PR & Jeff Keighley: Hype yang Kebangetan?
Satu nama yang disebut terus: Jeff Keighley. Tumben-tumbenan si Jeff ini jadi kayak PR manager buat satu game. Dia nge-tweet “in 48 hours I’ll be accepting your apologies” yang viral banget.
“Are you sure about that, Jeff? … I want you to apologize to everyone for premiering this shit.”
Di video, muncul pertanyaan spekulatif dari publik (yang dikutip Bigfry): Apakah Jeff investasi di studio ini? Kenapa dia segitunya ngebela? Ini masih tanda tanya besar, tapi yang jelas reputasi dia jadi taruhan di mata gamer gara-gara blunder ini.
Pembanding: Deadlock & Pelajaran Penting
Sebagai pembanding kontras, Bigfry nyebut Deadlock. Game yang bahkan belum rilis resmi, art-nya sempet bocor dan dibilang jelek, tapi pas orang mainin… boom, peak 100k player.
Poinnya jelas: Game bagus bakal dimainin orang. Nggak peduli ada “hate campaign” atau nggak, kalau gameplay-nya solid (kayak Deadlock yang dia mainin sejak September 2024), komunitas bakal tumbuh organik. High Guard gagal bukan karena youtuber jahat, tapi karena produknya emang kurang mateng.
Masalah Desain Live Service: Dilema yang Susah
High Guard kejebak di masalah klasik desain FPS tahun 2026:
- Kalau lo bikin game buat semua orang (terlalu broad), jatuhnya malah nggak ada yang suka (generic).
- Kalau lo bikin game terlalu niche, player base-nya nggak cukup buat bayar server.
High Guard nyoba ambil jalan tengah “aman” dengan nyampur semua elemen (survival, hero shooter, battle royale), tapi hasilnya malah jadi produk yang nggak punya identitas.
Prediksi & Implikasi: Ke Mana Arah HighGuard?
Prediksi Bigfry suram banget: DOA (Dead on Arrival). Dia yakin dalam 6 bulan bakal ada pengumuman “End of Service”.
Salah satu alesan teknis gameplay-nya adalah loophole fatal: Lo nggak perlu tanam bom di A atau B (yang damagenya kecil), mending langsung rush ke Jantung Base (Heart) buat instant win. Ini bikin desain map dan objektif lain jadi nggak relevan. Kalau core loop-nya aja udah rusak, gimana mau sustain jangka panjang?
Untuk Siapa Video Ini?
Video ini jelas bukan buat lo yang cuma pengen have fun tanpa mikir. Ini tontonan buat:
- Gamer FPS veteran yang peduli soal mekanik.
- Indie developer yang butuh studi kasus “what NOT to do”.
- Orang yang muak sama narasi “forced positivity” di industri game.
Tone keras Bigfry itu sebenernya bentuk kepedulian (tough love) biar standar industri nggak makin merosot ke jurang “mediocrity”.
Catatan Ketidakpastian & Keterbatasan
Disclaimer Penting (Versi Gue)
Walaupun gue setuju banyak poinnya, ada beberapa hal dari video yang perlu lo cermati lagi karena belum ada bukti hitam di atas putih:
- Motif Jeff Keighley: Tuduhan soal investasi atau bayaran itu murni spekulasi dan pertanyaan publik, belum ada konfirmasi fakta.
- Rencana Shadow Drop: Disebutkan kalau game ini harusnya rilis dadakan (shadow drop), tapi ini info “katanya”, belum diverifikasi developer.
- Detail Teknis: Kritik soal optimisasi valid, tapi di video nggak dikasih data benchmark angka FPS spesifik, cuma pengalaman main (perasaan/feeling).
Penutup
Balik lagi ke lo semua. Kalau lo main High Guard dan seneng, ya lanjutin aja, nggak ada yang salah sama selera lo. Tapi kalau lo ngerasa ada yang “off” dan bingung kenapa banyak yang nge-hate, video Bigfry ini ngasih jawaban yang logis dan brutal.
Gue pribadi sih mending nunggu game yang jelas-jelas punya nyawa. Buat yang penasaran sama argumen lengkapnya, bisa cek langsung kanal BigfryTV. Jangan lupa riset sendiri sebelum beli skin, ya!