Darksiders 2 Serius dah, secara harfiah segala hal tentang Darksiders 2 adalah peningkatan dari game pertamanya. Game ini bukan cuma upgrade biasa, tapi penyempurnaan total dari fondasi yang sudah solid.
Darksiders 2 menyempurnakan aspek terbaik dari game pertama sambil juga memperkenalkan elemen baru ke dalam formulanya. Dan hasilnya? Sebuah action RPG yang lebih lincah, lebih dalam, dan jauh lebih satisfying buat dimainkan.
Pertarungan yang Lebih Cepat, Lebih Lincah, dan Lebih “Worth It”
Pertama-tama, mari bahas combat system.
Pertarungan di Darksiders 2 terasa jauh lebih matang. Combo sekarang benar-benar berguna, bukan sekadar hiasan tutorial. Senjata sekunder baru juga layak dipakai, bukan cuma numpang slot equipment.
Berikut beberapa peningkatan penting di pertarungan:
- Dodge akhirnya berguna, bukan sekadar animasi panik
- Wrath abilities lebih beragam dan beneran worth buat diambil
- Multiple combo dengan timing pause, yang bisa mengubah bentuk serangan
- Musuh bisa diluncurkan ke udara, disapu area luas, atau dihabisi dengan gaya
Adakalanya kamu bakal ngerasa super OP, tapi itu bagian dari keseruannya. Death memang dirancang untuk agresif, bukan defensif. Tombol block dihilangkan, tapi sebagai gantinya, dodging jadi jauh lebih viable dibanding game pertama.
Death vs War: Gerakan Lebih Variatif, Lebih Stylish
Traversal juga dapat upgrade besar. Death jauh lebih lincah dibanding War:
- Bisa lari naik dan sepanjang dinding
- Panjat pilar lebih cepat
- Meluncur dari objek yang sedang dipanjat
- Eksplorasi terasa lebih fluid dan fleksibel
Keputusan untuk beralih ke desain dunia yang lebih open dan besar memungkinkan pemain punya lebih banyak opsi eksplorasi. Secara keseluruhan, Death punya gerakan yang lebih beragam, baik dalam eksplorasi maupun pertarungan.
Singkatnya: War itu tank, Death itu parkour sambil nyabet.
Cerita yang Lebih Personal dan Emosional
Secara pribadi, cerita di Darksiders 2 setara, kalau bukan lebih baik, dari game pertama. Awalnya, tujuan utamamu cuma satu: nyoba selamatin saudaramu. Tapi seiring progres, ceritanya berkembang jadi refleksi mendalam tentang masa lalu Death.
Penyesalan terbesar Death adalah:
dia nggak bisa sepenuhnya melepaskan Nephilim meskipun udah membunuh mereka
Tema utama ceritanya jelas:
“Seberapa jauh kamu rela pergi untuk selamatin saudaramu?”
Pertanyaan ini terus muncul, bahkan di akhir perjalanan.
Dan di klimaks cerita, Death akhirnya sadar bahwa dari Kematian bisa lahir Kehidupan. Agak puitis, tapi kena.
Masalah Pacing dan Tanda-Tanda Kehabisan Nafas
Namun, adakalanya game ini juga gagal total, terutama di dua area terakhir yang terasa noticeably lebih pendek dibanding dua area awal. Di awal, semuanya terasa fleshed out, tapi makin ke belakang, terasa developer kehabisan waktu dan/atau uang.
Ironisnya, itu makin terasa ketika kamu ingat:
- Studio tutup setahun kemudian
- Dalam satu game kamu dapet “terima kasih” yang niat
- Beberapa jam setelahnya dapet momen yang… ya… kurang niat
Agak nyesek, tapi jujur.
Soundtrack: Gila, Niat, dan Ikonik
Side note penting: soundtrack game ini absolut gila banget.
Serius, beberapa track-nya tuh:
- Epik
- Atmosferik
- Langsung nempel di kepala
Darksiders 2 jelas menang besar di audio department. Dengerin soundtrack-nya aja kadang bikin pengen replay.
Death: Playable Character Terbaik di Trilogy
Hands down, Death adalah playable character terbaik di trilogy ini.
Dia:
- Incredibly sassy
- Jelas soal apa yang dia mau
- Nggak nerima omong kosong siapa pun
Dialog-dialognya tajam, dingin, dan kadang lucu dengan cara yang nggak maksa. Karakternya kuat, konsisten, dan memorable.
Loot System yang Kontroversial tapi Masuk Akal
Loot system di Darksiders 2 memang divisive. Ada yang suka banget, ada juga yang bilang ini [sialan]. Tapi secara konsep, sistem ini memberi player freedom.
Setiap pemain bakal punya versi Death mereka sendiri, baik dari segi build maupun playstyle. Dari perspektif lore juga masuk akal, karena Death bukan terikat senjata suci tertentu.
Masih ada masalah di pertarungan, terutama:
- Beberapa musuh bisa nge-knock kamu keluar dari combo dengan serangan ringan
Tapi jujur aja, kamu juga bisa sun lock keluar dari banyak musuh, jadi kalau masih kesel… ya… skill issue.
Kesimpulan: Pengalaman yang Dibuat dengan Penuh Ambisi
Meskipun akhirnya publisher bangkrut setahun kemudian (yang bener-bener aneh), Darksiders 2 tetap jadi pengalaman yang dibuat dengan baik dari awal sampai akhir.
Game ini:
- Lebih lincah
- Lebih emosional
- Lebih ambisius
Dan meskipun ada kekurangan, Darksiders 2 tetap salah satu action RPG terbaik di masanya.
Kalau kamu belum main, ya… ngapain lagi? 😏
